You are here
Mahasiswa Magister Pendidikan Sains UNY Jadi Presenter di Forum Internasional WAIE 2025
Primary tabs

Yokohama, Japan – Tiga mahasiswa Program Magister Pendidikan Sains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menjadi presenter dalam ajang 2025 7th International Workshop on Artificial Intelligence and Education (WAIE 2025) yang diselenggarakan di Yokohama, Japan, pada 27–29 September 2025.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Kogakuin University, Japan, dan IEEE, dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko, Tiongkok, Italia, Yordania, Vietnam, Afrika Selatan, Inggris, Latvia, Jerman, India, dan Indonesia.
Mereka adalah Thoriqi Firdaus dengan dosen Pembimbing Dr. Sabar Nurohman, S.Pd.Si., M.Pd, Tia Sarawati dengan dosen pembimbing Dr. Ismail Fikri Natadiwijaya, S.Si., M.Pd, dan Dwi Ayu Nurfa’izah dengan dosen Pembimbing Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si, M.Si, tiga sosok mahasiswa ini yang mewakili Pendidikan Sains UNY untuk menampilkan hasil riset mereka di hadapan akademisi dan peneliti internasional dari berbagai negara.
Ketiganya mempresentasikan hasil penelitian yang menyoroti inovasi pembelajaran sains berbasis teknologi dan Artificial Intelligence (AI), selaras dengan tema besar konferensi yang mengusung sinergi antara AI dan pendidikan.
Thoriqi Firdaus dengan dosen Pembimbing Dr. Sabar Nurohman mengangkat penelitian berjudul “The Role of Artificial Intelligence in Science Education: Enhancing Student Engagement and Preparing the Foundations for Future Education through Digital Literacy.”
Penelitian ini menekankan bagaimana AI dapat menjadi katalis dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan membentuk fondasi literasi digital yang kuat di dunia pendidikan sains.
Sementara itu, Tia Sarawati dengan dosen pembimbing Dr. Ismail Fikri Natadiwijaya, S.Si., M.Pd membawa riset “Digital Learning Module Integrating Local Wisdom and Inquiry-Based Approaches: Enhancing Critical Thinking and Cultural Awareness” yang menggabungkan kearifan lokal dengan pendekatan inquiry-based learning dalam modul digital, menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus modern.
Adapun Dwi Ayu Nurfa’izah dengan dosen Pembimbing Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si, M.Si mengusung penelitian “Augmented Reality Media Integrated with the Experiential Learning Model for Enhanced Scientific Literacy,” yang meneliti efektivitas media Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan literasi sains melalui pengalaman belajar langsung dan interaktif.
Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers), yaitu Prof. Guandong Xu (The Education University of Hong Kong, China), Prof. Eric Tsui (The Hong Kong Polytechnic University, Hong Kong, China), dan Prof. Yong Jin Kim (Sogang University, South Korea). Mereka membahas berbagai isu mutakhir seperti pemanfaatan Large Language Models dalam inovasi pendidikan, penerapan Generative AI untuk pembelajaran personal, hingga transformasi ekonomi digital melalui teknologi blockchain dan stable coins.
Menurut Thoriqi Firdaus, keikutsertaan dalam konferensi internasional ini menjadi peluang penting untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran sains dari Indonesia ke kancah global. Ia menilai bahwa AI bukan sekadar alat bantu pembelajaran, melainkan bagian dari evolusi cara berpikir ilmiah di era digital.
“Dalam sains, kita selalu berbicara tentang observasi, eksperimen, dan analisis. Kini, AI hadir sebagai instrumen baru yang mampu memperluas kemampuan manusia dalam memahami pola, memprediksi fenomena, dan menciptakan solusi berbasis data. FMIPA tidak lagi hanya bicara tentang rumus dan laboratorium, tetapi juga tentang algoritma dan sistem cerdas yang mengubah cara kita meneliti dan mengajar,” ungkap Thoriqi.
Ia menambahkan bahwa integrasi AI ke dalam pendidikan sains membuka ruang baru bagi mahasiswa dan pendidik untuk berinovasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks lokal.
“Tantangannya adalah bagaimana menjadikan AI bukan pengganti manusia, tapi mitra untuk memperdalam nalar ilmiah dan membangun pendidikan yang lebih adaptif,” tambahnya.
Keikutsertaan tiga mahasiswa FMIPA UNY dalam WAIE 2025 menjadi bukti nyata komitmen UNY dalam mendorong transformasi pendidikan sains berbasis riset dan teknologi, sekaligus memperkuat posisi kampus dalam jaringan akademik internasional.

KONTAK KAMI
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Kampus Karangmalang Yogyakarta 55281
Email: s2psains@uny.ac.id
Instagram: @depdikipauny
Copyright © 2026,